Nilai suatu persahabatan sebenarnya dilihat dari ketulusan hati dan kesediaan untuk berkorban bagi orang lain.Sahabat manakah yang telah sedemikian hebat mengorbankan miliknya untuk kepentingan orang lain??
Dunia sudah semakin tumbuh dalam keegoisannya,hubungan antar manusia semakin kering,tingkat persaingan semakin tinggi dan kemajuan teknologi yang telah memungkinkan manusia untuk tidak berhubungan dengan orang lain tanpa melalui tatap muka atau bersalaman.
Menjadi sahabat di kala senang dan berkelimpahan adalah hal yang wajar karena siapapun bisa melakukan ini.Namun menjadi sahabat justru di saat mereka dalam keadaan susah dan berduka menjadikan nilai persahabatan tersebut begitu tinggi.Dalam dunia yang semakin bengkok ini,intisari persahabatan justru dibungkus oleh harapan harapan pamrih untuk jangka panjang.Acapkali persahabatan dibangun supaya orang tersebut ingat kalau ada putaran mutasi,supaya proyek dapat dimenangkan,dan bahkan kadangkala persahabatan dibangun untuk menjatuhkan orang tersebut dikemudian hari.
Persahabatan sejati tidak melihat hasil dan buah dari persahabatan tersebut,namun kedua belah pihak menikmati proses yang terjadi sebagai bagian dari tugas kehidupan.Itulah sebabnya seorang bijak pernah mengemukakan : " Sahabat sejati adalah orang yang mau mendengar dan mengerti ketika anda mengungkapkan perasaan anda yang paling dalam.Ia mendukung ketika anda tengah berjuang.Ia menegur dengan lembut penuh kasih ketika anda berbuat salah,dan ia memaafkan ketika anda gagal.Seorang sahabat sejati melecut anda untuk pertumbuhan pribadi,mendorong anda memaksimalkan potensi anda sepenuhnya.Adapun yang paling menakjubkan,ia merayakan keberhasilan anda seolah olah keberhasilannya sendiri."
Ketika sang surya mulai memalingkan wajah di ufuk barat hari ini,mari kita merenung," Sudahkah kita menjadi sahabat sejati bagi orang lain,dan siapakah sahabat sejati kita yang sesungguhnya hingga hari ini??"